My Dear (ex)Saudaraku yang baikkkkk….

Well..well..well..

Kami menyebut diri kami ‘KELUARGA’ dan kami menyebut dia ‘KAKAK’.. Panggilan yang bukan hanya didasarkan pada umurnya yang lebih tua dari kami tetapi juga karena kami menganggap dia orang yang lebih matang dan dewasa dari kami.. sebab dia tentu saja sudah memiliki banyak pengalaman dalam menjalani hidupnya selama 30 tahun lebih.

Cukup lama kami mengenalnya dalam hitungan tahun dan cukup banyak pula kegiatan dan peristiwa yang kami lalui bersamanya yang kami ‘rasa’ sudah cukup membuat kami mengenalnya dan menjadikan kami begitu dekat dengannya. Namun apa dapat dikata.. Dikarenakan suatu permasalahan sepele dia lantas berubah drastis.. Dari seorang kakak yang perhatian, peduli dan penyayang menjadi seorang kanibalpemangsa sesama yang kami sebut ‘munafik’ …

Permasalahan awalnya bukan ada pada dirinya secara pribadi tapi lebih kepada institusi tempat kami sama bernaung (red: bukan mencari nafkah)… Kami mempersoalkan tentang kredibilitas dan profesionalisme anggota dalam memegang prinsip serta berkomitmen untuk menjaga hak-hak seseorang… Karenanya kami berbicara dalam bahasa ‘anggota’ … Setelah itu.. kami yang sesama ‘anggota’ pun berdamai dan tak ada permasalahan berlanjut sama sekali… tetapi ‘beliau’ yang sama sekali tak kami permasalahkan saat itu… sampai sekarang terus melakukan aktifitas yang sangat melukai hati kami… yaitu melakukan penyebaran fitnah dan pengkambinghitaman terhadap ‘anggotanya’ yang dulunya dia panggil ‘adik’ …

Entah atas dasar apa dia melakukan perbuatan senista itu… Mungkin ketakutan yang tidak penting dari dirinya yang menyebabkan dia kehilangan akal sehat. Dia mungkin berpikir kami melakukan hal yang sama buruknya dengan dia!! Maaf le… Kami masih menganggapmu saudara!!! Tapi kau… Bertindak macam orang tidak berakal…

-MARAH-

Itu kata yang pantas untuk saat ini!!! -KECEWA- sudah melampaui ambang batas kami…

Lantas apa yang hendak kami lakukan??? MAAF LE… Kami tidak mau jadi seperti mu yang mendzhalimi kami dengan fitnah itu… Biarkan kami menjaga rahasiamu… Cukuplah kami menjadi korban atas kebodohanmu… Kami tak ingin mengotori diri kami dengan melakukan perbuatan nista itu… Biarlah ALLAH yang kan membalasmu sesuai dengan perbuatanmu itu… Kami tidak punya hak untuk menghakimi. Tapi yang jelas KAU BUKAN SAUDARAKU LAGI!!!

Posted on 13 Februari 2011, in DAILY JOURNAL and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: