ITINERARY NSDC 2012

30 JUNI 2012

DEPARTURE PHASE

Kontingen Sulawesi Tengah untuk National Schools Debating Championship 2012 tahun ini diwakilkan oleh SMA Al Azhar Palu, yang terdiri dari Widywati A. Karim, Maldi Prasetyo dan Ananda Bagus Kahar. Kami berangkat menuju Jakarta dengan menggunakan Pesawat Lion Air Pkl. 09.15. Di tiket yang tertera saya semestinya duduk di 32 C, namun kemudian pindah ke 26B, bertukaran dengan Ibu Ananda Bagus Kahar yang katanya tidak nyaman karena harus duduk diapit oleh dua orang Bapak Berbadan besar (hehehe).

Saya pun berpindah ke kursi tersebut dan duduk dengan diapit 2 orang bapak tersebut. Ternyata saya duduk bersebelahan dengan Bapak Prof Karet dari Lampung (26A) dan seorang Bapak Pengusaha Budiman asal Banjarmasin (gak sempat kenal-kenalan nama). Prof. Karet tersebut merupakan pengusaha karet yang memiliki 1 orang anak yang sedang berlibur di Myanmar bersama istrinya. Beliau  baru saja selesai memberikan penyuluhan tentang usaha karet di Kab. Poso.  Perkataan yang sangat membekas di kepala saya oleh Bapak itu adalah ketika dia mengatakan, “Kebanyakan orang sekarang telah salah paham dalam memaknai arti bersyukur, hari ini berpenghasilan 1 juta Alhamdulillah, besok 1 juta lagi Alhamdulillah, lusa satu juta lagi Alhamdulillah. Padahal dalam Islam ada perintah yang menerangkan bahwa, kita harus selalu lebih baik dari hari kemarin. Artinya kita diminta untuk selalu maju, menjadi lebih baik dari hari ke harinya.”

Bapak yang satu lagi adalah seorang pengusaha, memiliki 3 orang anak, dia mampu memfasilitasi kesemua anak – anaknya. Tapi yang paling mencengangkan dan membuatnya terharu adalah justru anaknya yang ke – 3. Anaknya tersebut baru saja akan menyelesaikan perkuliahannya di Universitas Indonesia Fakultas Hukum. Di tahun terakhirnya tersebut dia berhasil diterima di 2 Law Firm kenamaan, hanya saja dia hanya menerima 1 Law Firm yang lebih dahulu memberikan hasil dan menghubunginya. Visi anak tersebut, dia akan bekerja di Law Firm ini selama setahun, setelah itu dia akan pindah ke Law Firm yang lebih besar lagi dan setelah 3 tahun dia akan mendirikan Law Firmnya sendiri. Sebuah Visi yang hebat dan tidak main – main.

Hal yang membuat saya tercengang dan tertohok bukan tentang dimana dia kuliah atau di Kantor mana dia akan bekerja, tetapi adalah tentang pola hidup anak tersebut. Dia adalah anak yang sangat sederhana, tidak mau sama sekali difasilitasi oleh Bapaknya, ke Kampus pun dia naik angkot, biaya sekolah pun tidak mau minta dari sang bapak yang nampak jelas seorang milyarder, pun mengenai kebutuhan hidup lainnya adalah sepenuhnya atas usahanya sendiri, begitu sederhana…

Sisi kehidupan lain dari anak tersebut yang membuat saya takjub adalah kehidupan yang sangat islami yang dijalaninya, anak tersebut seringkali menjalankan Puasa Daud, puasa yang kadang seolah-olah tanpa berbuka selama berhari – hari, sholat 5 waktu pun dilaksanakannya di Masjid, Tilawah tiap hari, Tarbiyah tiap senin dan jum’at. Subhanallah, sangat inspiratif dan membuat saya iri jadinya. Bismillahirrahmanirrahim, Insya Allah perjalanan ini akan menjadi salah satu sumber inspirasi saya.

JAKARTA PHASE

Kami tiba di Bandara Soekarno Hatta Pkl. 10.45, bertemu sapa dengan beberapa orang dari Sulawesi Tengah dan lalu menuju ke tempat Pengambilan Bagasi, sempat sedikit ‘tacolo’ yang sebelumnya di Claim Baggage 1 ternyata dipindahkan ke Claim Baggage 4. Si Bapak Pengusaha tadi sempat kebingungan juga, Alhamdulillah hati ini tergerak lagi untuk membantu.

Dikarenakan harus menunggu mobil travel yang sedang bertolak menuju Soetha, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang di Red Corner. Saya pun memesan satu menu Soto Ayam, sempat teringat di Puri Gardenia Hotel Bandung yang menu sarapan paginya hanya 3 Opsi; Roti-Nasi Goreng-Soto Ayam sederhana.

Beberapa menit kemudian mobil jemputan APV tiba, bapaknya cukup ramah, hanya saja kami harus duduk berlama – lama di dalam mobil karena hari sabtu macetnya ‘lumayan’ di Jakarta. Perjalanan kami menuju Jakarta Selatan P4TK Bahasa cukup menyita waktu dan dihabiskan banyak bercerita dengan anak – anak dan Ibu Nanda yang ikut nimbrung bercerita tentang bagaimana Pemda (Dikjar Red) cukup membuatnya geleng-geleng kepala.

P4TK PHASE

Setiaba di P4TK kami langsung melakukan proses Registrasi, saya ditempatkan di Anggrek 1 Kamar No. 2, Windy di kamar 112 dan Nanda n Maldi di kamar 202. Kamarnya cukup Cozy, dengan 3 Bed, AC, Kamar Mandi (shower) dan TV. Saya sekamar dari Bapak Subadi dari Jambi dan Bapak Koko SMAN 9 Jakarta, mereka cukup friendly.

Malamnya kami menerima materi Character Building dari Ibu Baby Purnomo, seorang dosen Komunikasi dari President University, materinya lebih kepada Kecintaan Kepada NKRI, sungguh inspiratif dan keren. Karenannya, saya rekam dengan Handycam, materinya bisa dipakai di LDK SMP nanti pikir saya. Kegiatan selesai Pkl. 21.45 yang diakhiri dengan perkenalan para Person In Charge kegiatan ini yang mayoritas masih Mahasiswa. Mereka yang terpilih adalah mereka yang pernah mengikuti setidaknya event-event debat tingkat nasional dan meraih predikat terbaik di Bidangnya. Namun sebagian besar memiliki prestasi di Tingkat Internasiona, WSDC – AUDC, dan lain sebagainya.

SLUMBER PHASE

Hari ini begitu luar biasa, perjalanan sederhana tapi banyak pelajaran-pelajaran penting dari ALLAH SWT yang saya dapatkan :

1. Disiplin waktu itu penting, saya sedikit lebih menghargai waktu sekarang dan ternyata banyak hal yang kan kita dapatkan bila kita mengikuti prosedur menjalani hidup yang telah ditentukan proporsinya oleh ALLAH SWT.

2. Tidak semua yang kita anggap buruk atau tidak menyenangkan itu tidak baik dan lantas kita mencoba menghindar, Alhamdulillah menerima tawaran pindah dari Ibu Nanda membuat saya bisa bertemu dengan 2 orang hebat, yang selanjutnya menjadi tambahan sumber inspirasi bagi saya

3.  Dari sang Prof. Karet, hidup ini begitu berharga untuk hanya dihabiskan menjadi orang biasa saja, padahal ALLAH menyediakan bumi-NYA yang begitu luas untuk dijelajahi dan memberikan kita banyak kesempatan untuk kemudian kita ambil dan manfaatkan agar dapat semakin sukses dan maju demi dapat beribadah penuh kepada-NYA. Dan itulah makna bersyukur yang sebenar-NYA.

4. Dari sang Bapak Pengusaha, kesederhanaan dan kerja keras yang dibarengi dengan keutamaan beribadah kepada ALLAH SWT akan menghantarkan kita kepada kesuksessan tanpa batas.

5. Selalu dan selalu, setiap hari adalah pembelajaran berharga, tidak ada satu pun aktifitas ataupun peristiwa per detiknya yang tanpa makna dan tidak layak untuk dijadikan pelajaran berharga.

Insya Allah setiap hari ke depannya banyak pelajaran berharga lagi yang dapat kita petik, sungguh ALLAH SWT itu MAHA BESAR.🙂

———————————————————————————————————————————————————————–

01 JULI 2012

OPENING PHASE

Hari ini dimulai dengan kegiatan pembukaan, serangkaian tampilan seni turut meramaikan acara pembukaan ini. Kegiatan diawali dengan tampilan memukau SMA Neg 1 Depok yang menampilkan Rampak Gendang. Sebuah tampilan kolaborasi instrumen tradisional gendang dan gamelan oleh beberapa anak-anak. Sayangnya sayan tidak sempat merekam tampilan memukau tersebut, namun Alhamdulillah di tampilan penutup acaa mereka saya bisa berkesempatan merekamnya. Tampilan akhir tersebut menjadi inspirasi saya untuk konsep Al Azhar Fiesta 2013, pada tampilan tersebut terjadi kolaborasi Instrumen Tradisional Rampak Gendang dan Instrumen Band Modern, Gitar Listrik, Bas dan Drum. Tiga lagu dengen genre berbeda menjadi playlist dalam tampilan tersebut, diawali dengan Bendera Oleh Cokelat kemudian dilanjutkan dengan Jali – Jali dan diakhirkan dengan Manuk Dadali. Subhanallah deh!

DEBATE SEMINAR PHASE

Acara hari ke-2 dilanjutkan dengan Debate Seminar yang dibawakan oleh Astri Agustina, Mahasiswa UI yang didaulat sebagai Deputy Chief Adjudicator (Deputy CA). Ada insiden unik sebelum kegiatan ini dimulai, ada seorang debater dari Jogjakarta yang “nge-shoot” Astri menggunakan gombalan maut, haha! Walaupun hanya untuk menerima tantangan dari teman-temannya di sekumpulan Jateng-Jogja-Banten Debater yang sedari kemarin paling rame, alhasil mendapat respon dari semua terutama sang target, Astri. Yaahh…  Akhirnya dapat tanggapan yang cukup dingin dari sang target. Heheuheuheu…😛

Tripod has settled and Handy Cam is ON, Recording is started!

Materinya masih sangat general tentang debat, tapi tetap saja banyak hal baru yang ditemukan pada sesi ini. Ananda Bagus Kahar membuka sesi pertanyaan dan dilanjutkan dengan peserta-peserta yang lain. Jawabn yang diberikan cukup memuaskan walaupun nampak dengan jelas jawaban tersebut adalah jawaban standard dengan tanpa mengembangkan jawaban tersebut lebih detail lagi, yah jelas dia menjawab sesuai dengan proporsi tugasnya saat itu, seorang nara sumber, bukan seorang coach!😀

DEBATE EXHIBITION PHASE

Sesi yang paling ditunggu hari ini adalah sesi Debate Exhibition, sekali lagi Mr. Sonny HandyCam Stay Tune.. Sempat grogi juga masang tripod n cam di tengah paling depan… Yaahh.. Masa Bodok Lha!! Yang penting yang saya lakukan positif!!! Hehehhe…

Alhasil Rekaman Debate Exhibitionnya lancar n hasilnya cukup bagus, walau ada beberapa ‘noise’ back there… Ada beberapa anak-anak yang bising, sibuk memberikan asumsi masing-masing tentang jalannya perdebatan saat itu. Peserta exhibisi ini terdiri dari salah satu mantan peserta WSDC, Cheryl, dan mereka yang senior dari Mahasiswa. Debatnya berjalan cukup seru, tapi jelas ada settingan tertentu (as usual) jadi tiap speaker berperan menggambarkan speaker dengan kualitas variatif dengan tipe yang berbeda-beda. Jelas ini settingan untuk membantu proses Akreditas Ajudicator dan bagi debater putih abu-abu agar bisa membuat skala perbandingan akan apa yang semestinya mereka capai dan apa yang semestinya tidak mereka lakukan, semacam praktek do’s n don’ts lha…😀 . Jadi, gak bisa serta merta disadur oleh para audiens yang turut menyaksikan. Hanya saja sayangnya gak dibahas sama sekali tentang proses yang terjadi dalam exhibisi tersebut, mungkin yaahh.. biar para debaters menggunakan critical thinkingnya lha untuk menganalisa situasi yang sedang berkembang… who knows.. hehehe…

ICE BREAKING : THE DORA’S TO DORAEMON

Pasca kegiatan tersebut para debaters dikelompokan kedalam sembilan group, berdasarkan nomor urut tempat duduk mereka. Kegiatan Ice Breaking ini cukup unik, karena mereka diminta untuk menjadi a sudden Gov ataupun Opposition. Mereka diberi 1 motion unik, seperti : THBT Dora’s Parents should be sent to prison” . Intinya debatnya dibuat Fun and attractive, semakin unik argumentasi yang diajukan maka semakin menambah dinamika perdebatan tersebut. Keren dan bisa dibawa pulang!! Hehehehe…

MATCH UP

Di jadwal semestinya lawan tanding di launch keesokan harinya, tetapi panitia mengambil kebijakan untuk langsung mengumumkannya malam ini juga. Jadilah untuk Preliminary Round 1 : Sulawesi Utara Vs Sulawesi Tengah.

Kejadian unik yang terjadi pada saat match up session, adalah seluruh  Debater  (kecuali Bali) sepakat untuk menanti siapa yang bakal ketemu dengan Tim Bali, jadi selama pengambilan Lotte semuanya sekali lagi sepakat untuk berdo’a agar gak bertemu dengan Bali di Preliminary 1 (mungkin sampai 5 kali ye.. hehehe… :P) . Dan memang ketika Tim Bali mengambil nomornya, suasana tiba-tiba hening, mencekam.. (Lebay! Hehe). Dan sebaliknya tim yang bertemu dengan Tim Bali mendapatkan Sorak Soray Tepukan Tangan ucapan selamat karena membuat mereka lega.. Happening sekali!!! Hehhe..

SLUMBER PHASE

Hari ini mendapat cukup banyak inspirasi, diantaranya untuk penyelenggaraan Pensi nanti. Beberapa Alumni sempat komplain dengan nada menyindir kalau – kalau Pensi tahun ini sudah meninggalkan spirit angkatan sebelumnya, yaitu MUSIK! Mungkin yang mereka terjemahkan sebagai MUSIK adalah penggunaan Instrument MUSIK Band, yang memang tidak kami adakan pada Pensi/ Fiesta kemarin. Setelah melihat tampilan SMA Neg. 1 Depok, muncul ide untuk mengkolaborasikan instrument musik tradisional dengan Modern. Tidak hanya itu, kenapa tidak seluruh tampilan diiringi oleh alat musik tradisional maupun modern secara live. Pasti kerenn sokali!!! Hehehehe… Tinggal nanti pulang Palu, langsung berhubungan dengan Mr. Andi Marfani!!! Hohoho!! Punggawanya Alat Musik di Al Azhar palu…

———————————————————————————————————————————————————————–

02 JULI 2012

PRELIMINARY ROUND 1

Sulut Vs Sulteng

Sulut tampil maksimal, tapi Sulteng tampil terbaik. Anak – anak sempat dikatakan sebagai above average debater (bangga), hanya kurang dari segi POInya saja… –“

PRELIMINARY ROUND 2

Sulteng Vs Sumbar

Sebelumnya sempat mengunggulkan anak – anak ini, untuk berada di posisi Opposition, tapi ternyata mereka sudah jadi tidak kalah hebatnya dengan ketika mereka berada di Opposition. Point Windy menjadi salah satu penentu kemenangan, Windy pokoknya jadi keren lha!! Katanya Terry, anak – anak sudah melampaui ekspektasinya sebelumnya walaupun tetap ada hal – hal yang melemahkan mereka.

PRELIMINARY ROUND 3

Jawa Tengah Vs Sulteng

Preliminary ini cukup menyita energi, karena dimulai tepat ketika makan siang selesai. Bahkan malangnya anak – anak telat sampai ke Debaters Hall karena baru selesai sholat, peserta lain pada saat itu sudah proceed ke ruang masing-masing. Dan hal ini sudah cukup memberikan konstribusi dalam menurunnya performa mereka.😦

Motion yang cukup berat, di saat yang tepat ketika anak – anak sudah kehilangan energinya dan mood mereka pun langsung jatuh ketika menghadapi motion yang levelnya berbeda dari sebelumnya. Alhasil debatnya tidak Clash sama sekali dan sangat below average.

03 JULI 2013

PRELIMINARY ROUND 4

DKI Jakarta Vs Sulteng

Pada hari ini kontingen Sulawesi Tengah langsung berhadapan dengan DKI Jakarta, wah suatu kebetulan yang mendebarkan. Hehehe… Pertemuan ini sempat jadi pembicaraan di kamar kami, teman sekamar saya Pak Subadih dari Jambi, anak-anaknya sudah bertemu dengan kontingen DKI Jakarta yang notabene adalah anak yang didampingi oleh Pak Sudarwoko, teman sekamar kami. Jadi, kami sempat berkelakar tentang pertemuan tim kami bertiga, alhasil Jambi dan Sulteng benar – benar harus bertemu dengan Tim DKI Jakarta. Hasilnya seperti sudah bisa diprediksi, Tim Jakarta di atas angin, meskipun topik yang dibahas pada babak ini sudah cukup familiar dan mungkin semestinya bisa menguntungkan posisi Tim kami.

PRELIMINARY ROUND 5

Sulteng Vs Papua

Pertemuan kami dengan Tim Jakarta yang menyebabkan VP kami tertinggal, mempertemukan kami dengan Tim Papua, Tim yang sempat semeja di Ruang Makan.  Perdebatannya cukup alot meski Tim Papua dilemahkan oleh 2 orang pembicaranya dan walaupun bisa dikategorikan masih Below Average. Sempat sedikit ada interupsi oleh Adjudicator yang tidak nyaman dengan manner kedua tim. Tim Papua ditegur karena terjadi komunikasi antara speaker dengan anggota tim yang berada di Bench, sementara Tim kami karena ada speaker kami yang dianggap menggunakan gesture yang dianggap tidak appropriate dalam merespon tim lawan yang sedang presentase. Sekali lagi masalah manner.. hehehehe…

BREAKING NIGHT

Tepat pukul 19.00 seluruh peserta dikumpulkan di Debaters Hall, semua mata tertuju ke slide di samping meja panitia, slide tersebut yang akan nantinya menampilkan nama-nama tim yang berhasil lolos ke babak penyisihan. Panitia membuat semacam permainan acak kata dan simbol yang nantinya akan menunjukan nama-nama propinsi yang berhasil lolos ke babak Okto Final Round.  Game tersebut kurang efektif menurut hemat kami, karena pada akhirnya seluruh peserta kebingungan dalam mengetahui nama-nama tersebut. Akhirnya

Posted on 30 Juni 2012, in DAILY JOURNAL, NATIONAL. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: