Let’s Beat It!

06 Februari 2013

Terlewat satu hari lagi dari menulisi blog ini!! Hohoho… Dasar manusia labil!! Ehehehe…

Kemarin sebenarnya sudah niat sekali mau menulis, tetapi karena tanggung jawab lagi bertumpuk, makanya harus kepending. Eitss.. tapi bukan berarti kalo sempat nulis di blog berarti tumpukan tanggung jawabnya  berkurang, justru tetap ada lho! Tetapi namanya ini adalah satu bagian dari resolusiku, makanya sempat tidak sempat harus disempatkan! Satu – dua – tiga paragraf, tidak jadi masalah! As Long As I’ve done something for my Resolution!

Seperti biasa, sebelum mengangkat kisah hari ini, yang kemarin harus dikelarkan juga! Khwatirnya kalau gak dikelarkan bakal terlewatkan lagi, kalau sudah lama terlewatkan nanti penyakit lupanya bakal mempersulit keadaan! Pokoknya, Ganbareru! Yosh!!

Selasa, 05 Februari 2013

Sedikit banyaknya kemarin hari yang cukup menyibukkan, harus berjibaku dengan pernak-pernik sekolah…

Hari diawali dengan seperti biasa mengantar Khusnul ke sekolah, lagi-lagi terlambat! Hoho… Saya mengira dia tidak bakal dihukum, karena setiap kali saya menanyakan hal tersebut dia selalu menjawab tidak. Tapi pagi itu ada pemandangan berbeda, anak-anak yang datang terlambat diminta berbaris di tempat tertentu. Artinya, mereka minimal pasti dapat teguran! Jadi, merasa bersalah sama Khusnul, well… muncul Resolusi lagi, Insya Allah mulai besok Khusnul harus diprioritaskan! Yosh!

Sesampai di sekolah ku, kembali diperhadapkan dengan bimbingan debat buat persiapan lomba. Tetapi sejauh ini saya sama sekali belum memberikan bimbingan yang berarti, karena saya ingin lebih mengarahkan mereka ke Research and Case Building Preprared Motion. Pengen menghandle mereka secara intensif, tapi ada beberapa faktor yang menghambat : 1) Skala prioritas sekarang persiapan Prepared Motion; 2) Saya masih disibukkan oleh beberapa hal; 3) Lagi gak bisa multitasking! Multithinking! Beban pikiran lagi banyak!! Hohohoho…. Alhasil, selalu gak bisa menjadi coach yang baik yang bisa diajak share, Maaf Guys! :’)

Hari ini hampir semuanya datang telat, kecuali Lia dia bahkan tidak bisa datang! Korban Malpraktek Asisten Dokter!! Hehehehe… Giginya bergeser karena Asdok yang kurang profesional pas dia lagi nge-cek begelnya!! Ampun daahh!! Ada-ada saja cobaan menjelang kegiatan! Hehehehe…

Siangnya…

Sepulang dari sekolah, tersadar kalau ternyata cas laptop ketinggalan! Langsung dah, cabut ke sekolah (lagi) {Sigh} ! Padahal lagi pengen nyante istirahat sebentar di rumah sebelum pergi sholat Ashar di Mesjid Raya…. Well… masalahnya lagi butuh amat! Laptopku gak bisa diakses tanpa dicolok kabel Casnya! T.T .. Setelah menggerutu sendiri atas kebodohan diri, sampe juga di sekolah!! Eng..ing…eng! Pas buka pintu, ada makhluk manis lagi duduk dengan manisnya sambil ngitung duit di depan Pak Fuad! Wedew, cewek kemarin nih! Yang dari Bank Muamalat, dia datang buat ambil setoran uang hasil pendaftaran kembali siswa baru! Sedari kemarin memang saya sudah perhatikan, anaknya manis memang… Tapi namanya sekarang lagi fokus sama resolusi, malas saja terlalu memikirkan kemanisan seseorang!! Heheheheu… Yaahh.. tapi mau diapa! Namanya juga di Al Azhar, teman-teman punya kebiasaan iseng muncul! Segera si cewek manis yang ternyata namanya Endah itu di-bully! Hohohooh! Ampuunn daahh! Dan dasar untungnya (gak mungkin dasar sialnya) saya yang baru datang dijadikan objek menyenangkan (bukan penderitaan! Hohoho) untuk disandingkan dengan tindakan bully mereka ke cewek itu. Digara-gara lha, apa lha.. sampe Endah, hampir salah menghitung, walau begitu yang bikin ini cewek keren adalah dia tetap tersenyum dalam tawa simpulnya! Maanniiisss euy!! xixixixixi…

Yah, untuk menghapus k-GR-an dan menutupi ke-gugup-an akhirnya saya ikut saja dengan permainan mereka!! Hohoho… Jangan sampai ketahuan salting lha! Walaupun saat ini saya lagi malas berurusan dengan makhluk cewek, tapi siapa tahu iseng-iseng berhadiah!! hehehehe.😛

Aktifitas bully-ing itu saya sudahi karena berhubung waktu Ashar telah tiba! Ada panggilan yang lebih penting dari sekedar panggilan senyum manis seorang Endah si Pegawai Bank! Hohoho.. Panggilan untuk menemui Sang Kekasih sebenarnya!! Jadi, langsung minggat deh! Sekalian, biar hati tetap bersih dan gak GR!! Yaahh… monggo dah yang lain yang masih mau lanjut saya mau ketemu Si MAHA PENGASIH dan MAHA PENYAYANG, yakni ALLAH SWT! ({})

Kembali kerinduanku hari ini untuk berjumpa dengannya terpenuhi, ada haru biru yang membuncah ketika menuju Mesjid Raya, terlebih ketika berhasil sholat di Shaft pertama! Alhamdulillah! Allah SWT masih mengizinkan ku untuk bersujud di hadapan-NYA. :’)

Hari ini, juga menjadi hari pertama saya menjalani program diet herbalife! Sebenarnya, kalau mau diikuti saja programnya (Pagi dan Malma hanya minum susu and siang baru makan nasi) saya bisa, tapi butuh kekuatan Sugesti lebih untuk bisa konsisten menjalankan program ini. Kekuatan sugestinya adalah harga mahal yang harus saya keluarkan dari tabungan dan Sugesti keampuhan (katanya) dari produk ini. Above all, BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. Biar bagaimanapun hasilnya adalah tergantung kepada ALLAH SWT dan orang yang menjalani, seberapa konsisten dalam menjalaninya. Beratnya bukan karena perasaan lapar, karena memang terbukti dengan mengkonsumsi produk ini perasaan kenyang terus, tetapi yang lebih membuat proses ini berat adalah kebiasaanku yang tukang ngemil! Godaan makan nasi bisa dihindari, tapi godaan untuk makan ‘Snacks’ itu yang harus diperjuangkan!! T.T

Sorenya…

Rencananya pergi ketemu K Yusri selepas Ashar dan sehabis membayar Iuran Bulanan Kailinet, namun sesampai disana sepertinya ada Mis-Komunikasi, K Yus mengira saya bakal ketemu dia di sekolah, makanya dia menunggu sampai jam 4 dan tentu saja saya tidak kunjung datang. Padahal saya tadi sudah menginformasikan kepadanya kalau saya bakal datang sore… Alhasil ketika saya datang, K Yus sementara tidur, karena tidak enak membangunkan makanya saya tinggal saja… Hff…

Malamnya…

Setelah habis sholat magrib langsung tancap gas menuju ke kampus, niatan bulat Insya Allah mau ketemu Pembimbing 1, Bpk. Prof. Andi Mattulada, M.Si., namun dari habis magrib (jedah isya) sampai Pkl 21.00 menunggu di depan ruangan barunya, hasilnya nihil! Beliau tidak muncul, saya menetapkan diri menunggu karena katanya kalau beliau pulangnya lebih dini artinya malam dia pasti datang! Wel.. tapi kayaknya hari ini belum jodoh sama beliau! Ehehehe..

Hari ini banyak urusan yang gak kelar pokoknya, tapi gak apa-apa deh, setidaknya saya bisa berbuat sesuatu dan membuat hari ini jadi sedikit lebih bermakna untuk dijalani. Dan kembali hari ini saya senantiasa selalu berusaha mempositifkan diri… Pokoknya berjuang dah! Demi mewujudkan mimpi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik… Aminn… Insya Allah…

Rabu, 06 Februari…

Hari ini hari yang ‘Menakjubkan’! Ohohohoho… Bagaimana tidak, banyak hal unik dan menantang yang harus saya hadapi… Well.. let’s start from the morning… Pagi enyiapkan banyak hal yang masih berhubungan dengan kesiapan keberangkatan anak-anak untuk berangkat ke KOMPEK FEUI 2013. Harus berhadapan dengan orang tua yang ‘bisa dimengerti’ harus mempertimbangkan banyak hal untuk dapat memenuhi kebutuhan sang anak yang akan berangkat. Hff.. jadi orang tua memang ‘sesuatu’… Anak-anak tidak pernah tahu bagaimana orang begitu banyak berkorban untuk mereka, hanya sedikit dari para anak-anak yang tahu dn benar-benar paham akan tiap pengorbanan yang orang tua berikan untuk sekedar bisa membuat mereka selalu tersenyum sekarang dan terlebih di masa yang akan datang.

Singkat cerita langsung ke malamnya yah! Hehehe… (Soalnya dah banyak yang dilupa😛 )

Malamnya selepas magrib di depan Kantor Perhubungan di Jl. Kartini sempat shock! Menyaksikan langsung seorang bapak tua yang terkapar di jalan dengan wajah sebelah kirinya bersimbah darah. Ndak sempat melihat kejadiannya secara langsung tetapi dari posisi sang bapak yang terbaring di tengah jalan, bapak tersebut sepertinya tertabrak ketika sedang menyebrang jalan. Ketika itu sekelompok pemuda berseragam taekwondo langsung mengangkat Bapak itu dan menghentikan sebuah mobil untuk membantu mengantarkan bapak tersebut ke Rumah Sakit, tidak berselang 5 menit seorang Polisi datang dan langsung membantu proses evakuasi bapak tersebut ke Rumah Sakit. Pengen ngelihat wajah bapak tersebut, jikalau mungkin saya mengenalnya, tapi tidak sempat karena jalan itu terlalu gelap dan ketika saya hendak menghampiri para pemuda itu sudah langsung mengangkat bapak tersebut ke dalam mobil yang berhasil mereka hentikan. Langsung saja mikir, gimana keluarga si bapak? Anaknya gimana? Gimana kalau itu terjadi sama saya, keluarga atau orang saya kenal? Na’udzu Billahi Min Dzalik… 3-| … Semoga Bapak tersebut diberi keselamatan dan segera dipertemukan dengan keluarganya, Amin.. Insya Allah.

Peristiwa ini pada akhirnya menghentikan langkahku malam itu untuk menuju ke kampus, gimana tidak, masih shock! Khawatirnya ini juga semacam ‘signal’ untuk tidak keluar malam ini! Heheheu… T.T . Nah, beberapa jam setelah kejadian itu,saya menelpon salah satu rekan guru saya, Hamzah, untuk membicarakan tentang kesiapan KOMPEK, ternyata dia baru saja juga mengalami kecelakaan sehabis magrib (juga)! Waduh! Dalam satu malam ternyata terjadi 2 kecelakaan! Jadinya semenjak kejadian itu, mungkin bisa dibilang saya trauma, saya jadi berusaha lebih hati-hati dalam berkendara. Tidak boleh terburu-buru lagi dan lebih mengutamakan keselamatan, bukan hanya karena gak ingin jadi korban tetapi juga tidak ingin menjadikan siapapun sebagai korban. Karena kehidupan kita bukan hanya milik kita, tetapi juga milik orang lain. Sesuatu yang terjadi kepada kita akan berimbas kepada orang-orang di sekitar kita, utamanya keluarga kita. :’)

Jadi ingat beberapa hari lalu saya  mengajukan pertanyaan kepada Ahmid, “Mid, alasanmu pakai helm?”. Jawabnya, “Karena penting untuk keselamatan dan juga gengsi”. Sontak langsung saya bilang, “Beh, yang pertama te betul! Kalau yang kedua saya setuju itu sebagai alasan utamamu!” Tahu kenapa saya bilang begitu? Karena sebagian besar orang pakai helm karena ‘polisi’! Tidak mau nanti kedapatan polisi dan lalu ditangkap! Semua setuju kalau sudah berhadapan dengan polisi pasti urusannya ‘ribet’! Ehehehehe… Terbukti kalau ada yang mau mengingatkan yang lain untuk memakai helm, pasti peringatannya begini,”Hey! Pakai helm! Nanti ditangkap polisi kau!” padahal semestinya –> “Hey! Pakai helm! Kalau celaka mati kau!” Ini membuktikan kalau orang lebih takut polisi daripada takut mati!! Ehehehehehe…😛 . Kenapa saya setuju dengan alasannya yang kedua, didasari alasan karena sebagian besar orang tidak mau pakai helm kalau jaraknya cukup dekat atau tidak melewati jalan besar yang ‘ada’ polisinya!😛 . Gengsi lha! Ngapain! Mau dibilang apa pakai helm pe dekat jo! Hohooho, btul kan?😛 … Padahal kalau mereka menonton ‘Final Destination’ yang dengan sukses menggambarkan bagaimana kematian itu ‘begitu dekat’ entah sekuat apapun kita berusaha menghindarinya, dan mereka paham pesan yang ingin disampaikan oleh film itu pasti mereka bisa paham betapa berharganya hidup ini untuk tidak kita jaga. Karena kematian menurut saya adalah pilihan!😉

Posted on 6 Februari 2013, in DAILY JOURNAL. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: