Allah menolong Hambanya yang akan Menikah

 

Banyak dari kita yang sering dipusingkan oleh masalah jodoh. Baik yang sudah siap untuk menikah namun belum mendapatkan calonnya atau justru ada yang sudah memuncak perasaannya namun belum siap untuk menikah. Satu-satunya cara untuk mencari solusi dari permasalahan itu adalah dengan menggapai pertolongan Allah. Ya, hanya dengan pertolongan Allah. Tidak mungkin bisa seorang manusia memberikan manfaat kepada manusia yang lain tanpa ridho dari Allah. Lalu bagaimanakah menggapai pertolongan Allah dalam soal jodoh

Jika Anda itu ingin bahagia dalam hidup, ada dua cara yaitu dengan terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah maka Anda akan mendapatkan kebahgiaan yang kekal abadi baik di dunia maupu di akhirat. Atau dengan cara terus memperbanyak maksiat dan menjadi teman baik syetan, maka dengan begitu Anda juga akan mendapatkan kebahagiaan, tentu kebahagiaan yang bersifat semu dan sementara.

Mungkin ada sebagian dari Anda yang bertanya mengapa syetan begitu kuasa memberikan kebahagiaan kepada manusia ? Baiklah, mari kita coba jawab bersama-sama.

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. surat Thohaa ayat 124

Lalu buka juga surat Al-An’am ayat 44

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

Jadi sebenarnya yang kuasa memberikan kesenangan-kesenangan bukanlah syetan namun tetaplah Allah. Ketika seseorang terus menerus menempuh cara-cara syetan maka Allah sengaja memberikan nikmat kepada seseorang tersebut. Semakin banyak bermaksiat maka akan semakin banyak pula nikmat yang akan diterimanya. Lalu suatu saat Allah akan mengambil semua nikmatnya dan menggantinya dengan siksaan sehingga membuat orang tersebut menderita. Ibaratnya begini, ketika kita jatuh dari kursi maka sakitnya tidak terlalu menyiksa namun ketika kita jatuh dari atap rumah maka akan terasa sangat sakit dan sangat menyiksa.

Sekarang coba kita lihat betapa bahagianya orang-orang yang memilih jalan Allah dalam mencari pertolongan termasuk dalam urusan jodoh. Mari kita bersama-sama buka surat At-Tholaq ayat 3

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu

Langsung saja juga buka surat Fussilat ayat 30

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

Coba baca kedua ayat tersebut jangan hanya memakai logika namun juga menggunakan emosi, jangan hanya menggunakan otak namun juga menghadirkan hati. Di kedua ayat tersebut Allah telah menjamin kepada siapa saja yang mau bertawakal kepada Allah maka akan diberikan kenikmatan serta kebahagiaan hidup, termasuk urusan jodoh. Ingat! ini janji Allah, dan pasti akan ditepati. Apa susahnya bagi Allah untuk memberikan kebahagiaan kepada kita sebagai makhluknya yang sangat kecil jika Allah mampu menciptakan langit yang dapat berdiri tanpa tiang dan alam semesta yang begitu sempurnanya ? Hal tersebut sangatlah mudah bagi Allah, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita mau untuk selalu mendekat kepada Allah ?

Itulah sedikit prembule mengenai logka dasar dalam menggapai kebahagiaan hidup. Anda tinggal memilih mau mendapatkan kebahagiaan hidup dengan bermaksiat atau dengan bertaqwa. Semakin Anda bermaksiat maka besar kemungkinan Anda akan semakin sukses, dan tentu Anda juga akan merasakan siksaan yang semakin pedih. On the contrary, semakin Anda bertaqwa Anda juga akan semakin bahagia, and absolutely kebahagiaan Anda bersifat everlasting.

Masuk dalam ranah jodoh, ketika Anda sudah siap untuk menikah namun tak kunjung jua mendapatkan calon maka tetaplah bertaqwa kepada Allah. Jangan pernah iri kepada mereka yang setiap hari bermaksiat namun mudah sekali mendapatkan jodoh. Sepertinya tidak perlu lagi saya ulangi mengapa orang yang sering bermaksiat akan mudah mendapatkan kenikmatan hidup. Ingat, bisa jadi Allah sedang menempa calon pasangan Anda agar saat bersama Anda dia sudah benar-benar matang sehingga membuat hari-hari Anda bahagia. Percayalah, Allah itu akan selalu mengabulkan doa hamba-hambanya, mengabulkannya saat itu juga sesuai dengan permintaan kita, menundanya hingga saat yang tepat atau menggantinya dengan yang lebih baik. Tidak mungkin Allah mendzolimi hambaNya, selama kita bertaqwa maka janji Allah untuk membahagiakan kita akan terus berlaku.

Lalu bagaimana jika kita sudah mempunyai perasaan kepada lawan jenis kita sedangkan kita sendiri belum siap untuk menikah ? Ya, memang satu-satunya cara halal untuk menyalurkan perasaan adalah dengan menikah. Oleh karenanya, mintalah pertolongan Allah dengan dselalu bertaqwa kepadaNya. Pendam saja perasaan Anda terlebih dahulu karena itulah cara-cara Allah. Seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW

Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya (Hadist Riwayat Bukhori dan Muslim)

Jadi saat kita sudah mempunyai perasaan terhadap lawan jenis jangan lantas kita salurkan dengan hal-hal yang haram seperti dengan menjalin hubungan tanpa aqad nikah, ujung-ujungnya dari mulai smsan, telpon-telponan, berduaan dan akhirnya kecelakaan. Na’udzubillahimindzalik. Jangan sampai kita justru menuju kepada kemaksiatan saat kita merasakan perasaan cinta. Mintalah kepada Allah agar bisa sesegera mungkin menghalalkan perasaan Anda tersebut. Jangan pernah ragu akan kekuasaan Allah, kita tak takut memikirkan bagaimana Allah mewujudkan doa kita, yang perlu kita takutkan adalah apakah kita bisa tetap bertahan di jalan Allah atau justru berpaling menuju ke jalan syetan. Mana mungkin kita tidak bernafsu ketika kita sering berdekatan dengan lawan jenis kita sedangkan kita adalah manusia yang normal ? Manusia yang mempunyai hormon testosteron bagi lelaki dan progesteron bagi wanita sehingga justru aneh jika kita tidak bernafsu saat berdekatan dengan lawan jenis. Ya, sekali lagi, “aneh”.

Jika memang dirasa belum mampu untuk menikah, lebih baik pendam dulu perasaan kita demi menjaga ketaqwaan kepada Allah. Lihatlah kisah ‘Ali dan Fatimah, mereka saling memendam rasa sampai mereka semua sudah siap untuk menikah. Karena dalam menyikapi rasa cinta mereka memilih jalan yang diridhoi Allah maka kisah cinta merekapun berakhir dengan manis. Untuk kita, saat-saat memendam rasa adalah saat-saat terbaik untuk menempa diri demi meningkatkan kualitas pribadi. Jangan sampai kita memasuki bahtera rumah tangga tanpa persiapan yang matang, baik secara spiritual atau material. Jika dari awal saja sudah menapaki jalan-jalan yang dilarang Allah mana mungkin keberkahan akan datang saat benar-benar sudah membangun rumah tangga sendiri ? Kecuali memang Allah memberikan hidayahNya.

Lihatlah alam semesta yang begitu seimbangnya, mungkinkah semua itu dapat berjalan begitu saja tanpa ada yang mengatur ? Tidak mungkin! Pasti ada The Invisible Hand yang mengatur agar planet-planet di galaksi ini tidak saling bertabrakan, angin bertiup sesuai tatanan dan jantung terpompa seusai dengan iramanya, of course, The invisible Hand tersebut adalah Ridho Allah. Sekali lagi, apa susahnya bagi Allah untuk mencukupkan rezeki kita agar bisa segera menikah ? Namun ingat, makanan tak akan jatuh serta merta dari langit, kita juga harus berusaha untuk menggapai pertolongan Allah. Setelah kita berikhtiar yakinlah bahwa Allah akan selalu menepati janjiNya untuk selalu mengabulkan doa-doa dari hambaNya yang bertaqwa.

Begitulah kiranya sedikit yang bisa saya bagikan kepada semua saudara-saudariku dimanapun berada. Sudah kita bahas bagaimana cara untuk menggapai kebahagiaan hidup, yaitu dengan total bermaksiat atau dengan total bertaqwa kepada Allah. Kita tidak perlu memusingkan siapa dan bagaimana datangnya jodoh kita, yang perlu kita pusingkan adalah apakah kita bisa untuk selalu bertaqwa kepada Allah ataukah tidak, karena jika bisa selalu bertaqwa kepada Allah pasti Allah akan memudahkan urusan-urusan kita termasuk masalah jodoh. Semoga bermanfaat

Sumber : http://bagashera.wordpress.com

Posted on 8 Juni 2013, in Serbaneka. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: