Mintalah dengan menyebut nama Tuhanmu..

“Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Al-Mu’min: 60).

“Barangsiapa yang berdo’a kepada-KU, pasti akan KU-kabulkan, dan siapa yang memohon kepada-KU, pasti akan KU-beri,dan siapa yang mohon ampun kepada-KU pasti akan KU ampuni”. (HR.Bukhari, Muslim, Maliki, Tirmidzi )

Subhanallah, DIA yang senantiasa menepati janjinya, memberikan janji pamungkas-Nya.. Tapi kita seringkali lalai dengan berbagai dalih arogansi yang logis dan lalu memutuskan untuk meragukan-Nya dan bahkan tidak mempercayai-Nya.. Meragukan-Nya ataupun tidak mempercayai-Nya atas janji ini tidak hanya ketika kita berhenti berdo’a.. tetapi bisa terdefinisikan secara luas, seperti ketika :

1) Kita berdo’a setengah-setengah, tidak detail-spesifik ;

2) Tidak mengerti dengan do’anya. Berdo’a pakai bahasa arab sebenarnya lebih afdhol memang tapi kalo mengaminkan tanpa paham atau mengerti apa yang dimaksud dalam do’a tersebut kan jadinya, kyk org mengigau trus Jaka Sembung bawa golok deh! alias ga nyambung! Hehe… Apa yg diucapkan ma apa yang dipikirkan harus singkron dong yah?!

3) Gak sabaran, gak ikhlas, gak bertawakal, gak berikhtiar. Semakin rempong permintaannya, semakin rempong pengorbanannya, hanya mereka yang ‘benar2 meminta’ dan layak yang mendapatkan keinginannya..😉

4) Su’udzon ma Allah… Alias bawaanya curigation ato negatif mulu ma Allah.. Ragu termasuk juga yah! Orang2 yg doyan punya pikiran ~> “Tdk mungkin Allah mau mengabulkan, karena….” “Ah…Allah pilih kasih…” “Hff… tidak prnah do’aku dikabulkan, malas eeh..”Ingat! Perkataan adalah do’a! Jadi kalo pake kata-kata itu… Yaa.. siap2 saja dikabulkan yang negatifnya saja..🙂

5) Gak kenal ma Allah. Allah tuh Insya Allah kan selalu menepati janji-janji-Nya, tapi kalo sampe do’a kita ga dikabulkan berarti :

a. Kita belum siap mendapatkan do’a kita tersebut . Allah bakal ngasih kalo kita dah siap memegang amanah yang bakal DIA kasih. Sabar semua indah pada waktunya😉

b.Yang menurut kita baik, belum tentu baik bagi kita menurut Allah. Tidak jarang memang do’a kita gak dikabulkan ma Allah, eitss.. jangan su’udzon dulu! Sabarr.. Jgan langsung kecewa trus sampe make kata2 negatif yang justru jadi do’a yang tidak baik. Analisa dulu baik2, itu sudah benar-benar baikkah untuk kita? Karena Allah hanya kan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.🙂

c. Allah menjanjikan yang lebih baik dari itu. Semakin lama, semakin berat tahapan yang harus dilalui, semakin gak dikabulkan dan didukung oleh semakin sabar, ikhlas dan tawakalnya kita atas keputusan Allah, maka hal yang lebih baik dari yang kita minta akan kita dapatkan…🙂

Nah, sekarang coba kita sama-sama tela’ah, ingat-ingat plus instropeksi diri.. Sudah berapa sih do’a kita yang gak Allah kabulkan? Terus berhenti bertanya kenapa Allah gak ngasih, tapi tanya juga ada apa dengan diri ataupun do’a kita, apakah yang menyebabkan do’a kita ga pernah dikabulkan? Wallahu Alam Bisawab…

 

Posted on 13 Juni 2013, in RELIGIOUS EXPERIENCE. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: